Sabtu, 21 Maret 2015

Komunikasi Internal dan Kominikasi Internal


Komunikasi Internal dan Eksternal
ü         Komunikasi adalah proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut. Komunikasi adapt terjadi antar pribadi dengan pribadi dan  pribadi dengan orang lain. Komunikasi dapat terjadi dalam topik apapun.
Komunikasi yang terjadi dibedakan atas 2 yaitu ;

1.      Komunikasi Eksternal adalah komunikasi antara pemimpin organisasi dengan masyarakat. Penyampaian komunikasi ini dengan cara turun dan terjun langsung kepada masyarakat. Komunikasi ini bisa disampikan dengan cara konferensi pers, kampanye, maupun sosialisasi kepada masyarakat tentang organisasi tersebut.
Komunikasi ini terjadi dalam instansi pemerintah eperti departemen, direktorat, dan perusahaa-perusahaan besar, organisasi ini dilakukan oleh pimpinan ketika ada hal-hal yang dianggap penting saja karena komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.
Komunikasi ini terjadi dua jalur timbal balik, yaitu;
a)      Komunikasi dari organisasi kepada khalayak  
Komunikasi kepada khalayak pada umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidak-tidaknya ada hubungan batin. Kegiatan ini sangat penting dalam usaha memecahkan satu masalah jika terjadi tanpa diduga.
                       
b)      Komunikasi dari khalayak kepada organisasi         
Komunikasi dari khalayak kepada orgnisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Jika informasi yang disebarkan kepada khalayak itu menimbulkan efek yang sifatnya kontoversial maka ini disebut opini publik. Opini publik sering sekali merugikan organisasi, karenanya harus diusahakan agar segera dapat diatasi dalam arti kata tidak menimbulkan permasalahan.

2.      Komunikasi Internal adalah komunikasi yang terjadi dalam lingkungan organisasi. Organisasi ini dapat terjadi antara atasan dengan atasan, atasan dengan karyawan, maupun karyawan dengan karyawan.
Komunikasi ini terjadi karena terdapat sebuah struktur dalam organisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja SDM dalam organisasi. Biasanya terjadi proses pertukaran informasi tentang struktur dan kinerja dalam organisasi. Kualitas komunikasi ditentukan dari frekuensi dan intensitasnya.
Komunikasi Internal ini dapat ditunjang oleh dua komunikasi, yaitu :
a)      Komunikasi Vertikal
Komunikasi ini adalah komunikasi atas ke bawah dan bawah keatas. Artinya komunikasi ini terjadi antara pimpinan dengan bawahan serta bawahan dengan pimpinan dilakukan secara timbal balik. Komunikasi ini bersifat formal, yang dilakukan pada saat jam kerja. Dalam komunikasi ini, pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dan lain-lain kepada bawahannya. Bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan, dan lain-lain kepada pimpinan.

b)      Komunikasi Horisontal
Komunikasi ini adalah komunikasi yang terjadi searah dengan jabatan yang dimiliki, misalnya atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan. Komunikasi ini bersifat tidak formal, yang dilakukan pada saat jam istirahat atau tidak sedang dalam jam kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar