Senin, 23 Maret 2015

Safet Belt


Safety belt atau sabuk pengaman tidaklah secanggih teknologi sensor rem otomatis atau sepintar Active Park Assist. Kendati ada teknologi yang memperingatkan pengemudi untuk menggunakan sabuk keselamatan, alat ini tetaplah dioperasikan secara manual.
Akan tetapi jangan remehkan peranti yang satu ini, karena ia berperan vital terhadap keselamatan pengemudi ketika terjadi benturan.
Di Indonesia berkendara dengan menggunakan sabuk keselamatan masih belum menjadi kebiasaan. Karena itu Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) menyarankan pengendara untuk selalu memakai sabuk pengaman.
Apalagi pemakaian safety belt adalah suatu kewajiban bagi pengemudi dan penumpang sebelum kendaraan bergerak, sebagaimana tertuang dalam UULAJ No.22/2009.
Safety belt dapat melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Selain itu safety belt berfungsi menahan tubuh sehingga tidak menumbuk setir, dashboard, terlontar keluar melalui kaca depan, atau terlempar keluar dari pintu atau kaca samping saat kecelakaan.
Keuntungan lain, tetap menjaga posisi mengemudi yang benar saat menghindar/berhenti mendadak bahkan ditabrak oleh kendaraan lain.
Seatbelt harus benar-benar digunakan, di tulang pinggul dan tulang bahu. Karena ini adalah tulang yang kokoh. Saat kecelakaan, safety belt yang terpelintir akan memperparah cedera
"Jadi gunakanlah sabuk keselamatan bagi pengemudi dan seluruh penumpang sebelum kendaraan bergerak karena kita tahu manfaatnya, bukan karena peraturan.

Sabtu, 21 Maret 2015

Komunikasi Internal dan Kominikasi Internal


Komunikasi Internal dan Eksternal
ΓΌ         Komunikasi adalah proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut. Komunikasi adapt terjadi antar pribadi dengan pribadi dan  pribadi dengan orang lain. Komunikasi dapat terjadi dalam topik apapun.
Komunikasi yang terjadi dibedakan atas 2 yaitu ;

1.      Komunikasi Eksternal adalah komunikasi antara pemimpin organisasi dengan masyarakat. Penyampaian komunikasi ini dengan cara turun dan terjun langsung kepada masyarakat. Komunikasi ini bisa disampikan dengan cara konferensi pers, kampanye, maupun sosialisasi kepada masyarakat tentang organisasi tersebut.
Komunikasi ini terjadi dalam instansi pemerintah eperti departemen, direktorat, dan perusahaa-perusahaan besar, organisasi ini dilakukan oleh pimpinan ketika ada hal-hal yang dianggap penting saja karena komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.
Komunikasi ini terjadi dua jalur timbal balik, yaitu;
a)      Komunikasi dari organisasi kepada khalayak  
Komunikasi kepada khalayak pada umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidak-tidaknya ada hubungan batin. Kegiatan ini sangat penting dalam usaha memecahkan satu masalah jika terjadi tanpa diduga.
                       
b)      Komunikasi dari khalayak kepada organisasi         
Komunikasi dari khalayak kepada orgnisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Jika informasi yang disebarkan kepada khalayak itu menimbulkan efek yang sifatnya kontoversial maka ini disebut opini publik. Opini publik sering sekali merugikan organisasi, karenanya harus diusahakan agar segera dapat diatasi dalam arti kata tidak menimbulkan permasalahan.

2.      Komunikasi Internal adalah komunikasi yang terjadi dalam lingkungan organisasi. Organisasi ini dapat terjadi antara atasan dengan atasan, atasan dengan karyawan, maupun karyawan dengan karyawan.
Komunikasi ini terjadi karena terdapat sebuah struktur dalam organisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja SDM dalam organisasi. Biasanya terjadi proses pertukaran informasi tentang struktur dan kinerja dalam organisasi. Kualitas komunikasi ditentukan dari frekuensi dan intensitasnya.
Komunikasi Internal ini dapat ditunjang oleh dua komunikasi, yaitu :
a)      Komunikasi Vertikal
Komunikasi ini adalah komunikasi atas ke bawah dan bawah keatas. Artinya komunikasi ini terjadi antara pimpinan dengan bawahan serta bawahan dengan pimpinan dilakukan secara timbal balik. Komunikasi ini bersifat formal, yang dilakukan pada saat jam kerja. Dalam komunikasi ini, pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dan lain-lain kepada bawahannya. Bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan, dan lain-lain kepada pimpinan.

b)      Komunikasi Horisontal
Komunikasi ini adalah komunikasi yang terjadi searah dengan jabatan yang dimiliki, misalnya atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan. Komunikasi ini bersifat tidak formal, yang dilakukan pada saat jam istirahat atau tidak sedang dalam jam kerja.

Rabu, 18 Maret 2015

Terimakasih Mama papa

TERIMAKASIH Mama Papa ..

Disaat kebingungan datang menghampiri, saya tak tau harus berbuat apa karena MASA DEPAN itu didepan mataku sekarang. Satu demi satu cara yang saya lewati untuk mencapai cita-cita selalu ada kegagalan. Dalam kegagalan itu membuat saya belajar arti mencapai sesuatu butuh KEMAUAN dan KESERIUSAN ..

Mama yang selalu memberi saya motivasi untuk melakukan apapun yang saya inginkan demi tercapainya masa depan saya yang saya inginkan. Dalam DOA segalanya tentang saya Mama haturkan kata demi kata dengan airmata.
Papa yang memberikan banyak contoh hidup dalam sebuah pekerjaan yang sedang menanti kita untuk dicapainya pekerjaan tersebut.

Mama Papa TERIMAKASIH untuk semuanya, walau terkadang saya gagal dan membuat kalian kecewa, tapi dari hati yang paling dalam saya RINDU melihat SENYUM terpampang dari wajah kalian karena keberhasilan saya ..
TUHAN, saya berjuang, Engkau yang Memberkati O:) Amin ..