Malam
pergantian tanggal 25 Desember merupakan suatu malam yang berkesan bagi umat
Kristen. Pada malam pergantian ini biasanya ramai seperti halnya malam
pergantian tahun baru. Kota Ambon merupakan salah satu kota di Indonesia yang
mayoritas agamanya adalah agama Kristen, jadi tidak heran bahwa pada saat malam
pergantian tanggal 25 Desember sangat ramai dipenuhi masyarakat dengan berbagai
kegiatan untuk menghibur. Kegiatan tersebut adalah pesta kembang api yang
diadakan di Lapangan Merdeka Kota Ambon dan konser artis-artis maluku. Konser
tersebut diadakan dengan mendirikan sebuah panggung badan jalan pada Jl.Air
Salobar, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Dentuman kembang api diselingi petasan terdengar silih baganti
menandai sukacita umat Kristiani menyambut peristiwa kelahiran Yesus Kristus
sebagai Juru Selamat dunia, terdengar diseluruh penjuru kota Ambon. Pesta kembang
api dan petasan yang berlangsung lebih
dari satu jam tersebut membuat angkasa di Ibu Kota Provinsi Maluku ini dipenuhi
asap dan kabut. Ribuan warga memenuhi jalan-jalan utama diKota Ambon untuk
merayakan sukacita dan kegembiraan Natal dengan menyalakan kembang api dan
petasan. Sementara itu, ribuan warga berkumpul dijalan-jalan utama untuk
berkonvoi dengan kendaraan bermotor, membuat arus lalu lintas dibeberapa ruas jalan utama di kota Ambon
menjadi macet. Puluhan personil Polri dibantu TNI yang telah bersiaga, terlihat
sibuk mengatur arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, guna mencegah
kemacetan, sekaligus menghimbau warga untuk tidak melakukan aksi balapan.
Mengantisipasi
kemacetan arus lalu lintas yang lebih parah, aparat kepolisian juga melakukan
penyaketan di beberapa kawasan, terutama membatasi kendaraan yang masuk ke
pusat kota untuk berkonvoi. Dengan cara yang dilakukan tersebut dapat mencegah
kemacetan terjadi. Dalam acara tersebut lalu lintas dapat diatur sebaik mungkin.
